Minggu ini pada kegiatan math anak-anak sudah mengikuti tes tentang bilangan, mereka sangat antusias sih walaupun agak kesulitan ketika mengerjakan tesnya. Soal yang diberikan sebetulnya sangat mudah namun entah kenapa masih banyak yang merasa kesulitan. Ada beberapa kemungkinan anak-anak kesulitan, mungkin saja mereka kurang paham terhadap materi konsep bilangan sehingga saat soal dirubah sedikit jadinya bingung, atau mungkin juga karena mereka kurang sabar dalam mengerjakan dan mencoba memahami soal saat membaca perintah pada setiap soal. Akan tetapi ada beberapa anak yang mendapat hasil tes cukup bagus diantaranya Keishia, fathiyya, Yasmin, dan Via. Untuk yang lainnya terus berusaha dan lebih teliti saat mengerjakan soal-soal math.
OK! jangan takut dengan pelajaran math tanamkan dalam diri kalau kegiatan math adalah sesuatu yang menyenangkan. Semangat Ya... Selamat untuk Keishia yang mendapat nilai paling tinggi.
Wednesday, August 20, 2008
Rain-rain please come!
Sepertinya rencana anak-anak untuk melihat alat-alat pengukur cuaca di kantor BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika ) tidak terlaksana karena kantornya sedang direnovasi.
( Yaaa...) Padahal penasaran ingin lihat seperti apa sih alat-alat pengukur cuaca yang digunakan BMG secara langsung , tidak hanya melihat dari buku saja.
Pada minggu ini, anak-anak belajar tentang banjir dan hujan badai dan bagimana cara menyelamatkan diri dari bencana tersebut, juga "safety rules " jika ada hujan badai disertai petir dan guntur.Seperti, tidak berbincang-bincang lewat telepon dan menyalakan TV saat ada petir.Juga belajar tentang alat alat pengukur cuaca seperti anemometer, barometer, termometer, dan lain-lain. Oya, mereka juga membuat alat pengukur curah hujan dari botol aqua bekas dan penggaris, "Bu guru, tapi.. kan sekarang lagi musin kemarau, kapan ngukur curah hujannya?" tanya anak-anak. Betul juga ya? Akhirnya saya bilang " Bu guru keluar sebentar ya untuk meletakkan botol ini di luar , siapa tahu hujan. " Selang beberapa menit saya masuk membawa botol tersebut yang sudah berisi air 1/4 nya. Anak-anak diluar tadi hujan, nih air hujannya sudah terisi ayo kita ukur !" Yeee..ibu, diluar kan tidak hujan ! ( Ihh, nih anak.. kan pura-puranya..)Saya jelaskan pura-puranya diluar hujan. ( airnya saya ambil dari keran air di westafel sekolah ). Nah, Pas jam istirahat anak-anak teriak " Bu guru ada hujan gerimis !" Mereka berlari masuk kelas untuk mengambil botol pengukur curah hujan, tapi kata bu Anita hujannya sudah berhenti.Waah.. gagal lagi deh! sabar ya nak.. berdoa saja mudah-mudahan ada hujan..
-Ibu Lia -
( Yaaa...) Padahal penasaran ingin lihat seperti apa sih alat-alat pengukur cuaca yang digunakan BMG secara langsung , tidak hanya melihat dari buku saja.
Pada minggu ini, anak-anak belajar tentang banjir dan hujan badai dan bagimana cara menyelamatkan diri dari bencana tersebut, juga "safety rules " jika ada hujan badai disertai petir dan guntur.Seperti, tidak berbincang-bincang lewat telepon dan menyalakan TV saat ada petir.Juga belajar tentang alat alat pengukur cuaca seperti anemometer, barometer, termometer, dan lain-lain. Oya, mereka juga membuat alat pengukur curah hujan dari botol aqua bekas dan penggaris, "Bu guru, tapi.. kan sekarang lagi musin kemarau, kapan ngukur curah hujannya?" tanya anak-anak. Betul juga ya? Akhirnya saya bilang " Bu guru keluar sebentar ya untuk meletakkan botol ini di luar , siapa tahu hujan. " Selang beberapa menit saya masuk membawa botol tersebut yang sudah berisi air 1/4 nya. Anak-anak diluar tadi hujan, nih air hujannya sudah terisi ayo kita ukur !" Yeee..ibu, diluar kan tidak hujan ! ( Ihh, nih anak.. kan pura-puranya..)Saya jelaskan pura-puranya diluar hujan. ( airnya saya ambil dari keran air di westafel sekolah ). Nah, Pas jam istirahat anak-anak teriak " Bu guru ada hujan gerimis !" Mereka berlari masuk kelas untuk mengambil botol pengukur curah hujan, tapi kata bu Anita hujannya sudah berhenti.Waah.. gagal lagi deh! sabar ya nak.. berdoa saja mudah-mudahan ada hujan..
-Ibu Lia -
Tuesday, December 11, 2007
KUNJUNGAN SISWA KELAS 2 KE JURUSAN TEKSTIL ITB
Pada hari Jum’at 23 November 2007, siswa kelas 2 melakukan kunjungan ke jurusan tekstil Fakultas Seni Rupa dan Disain - ITB. Di sana siswa mempelajari sejarah tekstil Indonesia. Siswa juga melihat contoh-contoh produk tekstil yang dibuat mahasiswa ITB, seperti kain yang dibuat dengan cara dilukis, dianyam, dan ditenun. Bagus loh!.
Hal lain yang lebih menarik bagi siswa adalah alat tenun tradisional dan melihat cara menenun benang menjadi kain. Ternyata, ada alat tenun yang berukuran kecil dan dapat diletakkan di atas meja. Namanya TABLELOOM. Alat tenun ini menggunakan tangan saja. Berbeda dengan alat tenun lain yang berukuran besar dan digerakan dengan tangan dan kaki. Benang yang digunakan juga serat alami, yaitu serat kapas, atau serat sutra. Bahkan ada yang menggunakan serat dari bahan eceng gondok. Hasilnya ? Tentu saja bagus dan unik
Dari kunjungan itulah siswa belajar untuk bangga dan mencintai produk tekstil bangsa sendiri, terutama produk yang dihasilkan dengan cara tradisional serta bahan yang alami agar senantiasa tetap terjaga. Setuju?
Hal lain yang lebih menarik bagi siswa adalah alat tenun tradisional dan melihat cara menenun benang menjadi kain. Ternyata, ada alat tenun yang berukuran kecil dan dapat diletakkan di atas meja. Namanya TABLELOOM. Alat tenun ini menggunakan tangan saja. Berbeda dengan alat tenun lain yang berukuran besar dan digerakan dengan tangan dan kaki. Benang yang digunakan juga serat alami, yaitu serat kapas, atau serat sutra. Bahkan ada yang menggunakan serat dari bahan eceng gondok. Hasilnya ? Tentu saja bagus dan unik
Dari kunjungan itulah siswa belajar untuk bangga dan mencintai produk tekstil bangsa sendiri, terutama produk yang dihasilkan dengan cara tradisional serta bahan yang alami agar senantiasa tetap terjaga. Setuju?
Subscribe to:
Posts (Atom)